Hiii Raaa!!

Baca pelan pelan ya !!

Cerita Kita

Perjalanan dua orang yang belajar memahami, bertumbuh, dan kembali memilih satu sama lain.Semua dimulai dari satu pesan sederhana. Dari situ, pelan pelan kita saling mengenal, saling nyaman, lalu jatuh sayang tanpa sadar.
Perjalanan kita ngga selalu mulus ada salah paham, ada jarak, ada momen di mana kita sama sama hilang arah. Kita sempat berpisah, sempat nyerah, tapi akhirnya sadar kalau rasa kita jauh lebih kuat dari cara kita bertengkar.
Hubungan ini bukan tentang siapa yang paling benar, tapi dua orang yang berani jujur, saling mengerti, dan mau tumbuh bareng.Sekarang kita berdiri di titik baru
lebih tenang, lebih dewasa, dan lebih siap membangun hubungan dengan cara yang lebih baik.
Inilah cerita kita.
Dari awal kenal, jatuh cinta, sampai akhirnya memilih untuk mulai lagi.
Versi yang lebih sehat, lebih matang, dan lebih kita.

Saat Semua Dimulai

Semua dimulai dari satu pesan sederhana:
“Hai mba, makasih banget udah followback hehe…”
Waktu itu aku cuma punya keberanian kecil buat mulai ngobrol, tanpa kepikiran kalau pesan itu nantinya bakal jadi awal cerita yang sejauh ini. Dari satu balasan ke balasan lain, kita mulai tukar cerita tentang kerjaan, keseharian, sampai hal hal sepele yang ternyata bikin kita makin nyaman.Walau belum kenal lama, rasanya semua percakapan itu berjalan alami ngga dipaksa, ngga dibuat buat. Seolah ada bagian dari diriku yang bilang, “Kayanya aku pengen kenal dia lebih jauh.”Dan ternyata benar. Dari situ semuanya pelan pelan tumbuh.

Langkah Kecil Menuju Kamu

Pendekatan kita bukan yang manis terus. Ada tawa, ada salah paham, ada kebiasaan yang belum nyambung, tapi justru itu bikin semuanya terasa nyata. Kita saling belajar tentang cara bicara, cara peka, cara mengerti satu sama lain.Ada momen momen kecil yang bikin aku sadar betapa berartinya kamucara kamu cerita tentang hidup kamu,cara kamu peduli dalam diam,cara kamu jujur kalau lagi ngga baik baik sajaSemua itu bikin aku nyaman.
Bikin aku ngerasa kamu itu rumah yang baru, tapi hangat.

Suara Kita Kadang Tidak Sama

Cerita kita bukan hanya tentang nyaman. Ada luka, ada ketakutan, ada masa lalu yang belum selesai dengan cara masing masing.Kita sempat saling menjauh, beberapa kali kita sempat coba ngehentikan semuanya, tapi akhirnya balik lagi.
Karena apa?
Karena meskipun sering salah paham, kita tetap saling nyari.
Konflik terbesar kita selalu jatuh pada dua hal:1. Cara kita berkomunikasi yang sering ngga ketemu.
Kadang aku defensif, kadang kamu terlalu keras sama diri sendiri. Kadang aku takut salah, kadang kamu takut nggak dimengerti.
2. Takut kehilangan diri sendiri.
Dalam proses saling membahagiakan, kita sama-sama pernah berubah jadi bukan diri kita sendiri.
Tapi justru dari situ aku belajar
hubungan sehat itu bukan tentang dua orang yang sama,
tapi dua orang yang mau saling memahami perbedaan.

Rasa yang Diam-Diam Tumbuh

Perasaan itu datang ngga sekaligus.
Dia tumbuh pelan pelan lewat hal-hal kecil, kaya…
cara kamu marah tapi tetap peduli,
cara kamu jujur walaupun nyakitin, cara kamu ngomong sambil nahan emosi tapi tetap mau lanjut diskusi, cara kamu nunjukin perhatian kamu dengan cara yang cuma aku yang ngerti.
Kamu bikin aku ngerasa kalo sayang itu bukan cuma perasaan hangat, tapi pilihan yang dikerjain setiap hari.Kamu bikin aku pengen jadi versi yang lebih baik, bukan karena kamu minta, tapi karena aku sendiri yang mau.Dan rasanya…
aku jatuh cinta sama kamu bukan di satu momen besar, tapi dari ratusan momen kecil yang diam diam nyatu dan jadi perasaan sebesar ini.

Kita yang Pernah Tersesat

Kita sempat berpisah. Sempat sama sama nyerah.
Sempat mikir kalo mungkin hubungan ini cuma bikin cape.
Tapi setelah jarak itu, aku sadar satu hal besar:
Kita sebenarnya bukan menyerah pada rasa sayang,
kita menyerah pada cara lama yang bikin kita sama sama terluka.
Setelah semua yang terjadi…
kamu belajar menjadi lebih tenang, aku belajar menjadi lebih matang,
dan kita belajar bahwa cinta nggak cukup kalau ngga dibarengi pengertian.
Sekarang kita di titik yang lebih jujur dan lebih dewasa.

Memilih Kembali, Dengan Cara Baru

Ini bukan tentang mengulang yang kemarin.
Ini tentang mulai dari awal dengan cara yang lebih sehat, lebih sabar, lebih dewasa.
Hubungan ini nantinya harus jadi tempat:kita bisa jujur tanpa takut disalahkan, kita bisa ngomong tanpa harus nahan emosi sendiri, kita bisa jadi diri sendiri tanpa merasa ngga cukup, kita bisa tumbuh bareng, bukan saling ninggalin, dan kita bisa saling nyenengin tanpa kehilangan arah.Aku ngga mau janji yang berlebihan, tapi aku punya satu hal yang pasti:
aku mau jaga kamu, tenangin kamu, dan ngebentuk hubungan yang lebih hangat dari sebelumnya.

Sampai di Titik Ini

Ra… setelah semua hal yang udah kita lewatin ketemu, dekat, jatuh, balik lagi, belajar, dan akhirnya ngerti satu sama lain.
aku sadar ada satu perasaan yang tetap tinggal di aku:
Aku masih milih kamu.
Bukan karena nostalgia, bukan karena takut kehilangan, tapi karena aku percaya versi kita yang sekarang bisa jauh lebih baik dari yang kemarin. Lebih tenang, lebih dewasa, dan lebih saling ngerti.
dan sekarang aku mau jujur dari hati:
Ra, maukah kamu jadi pacar aku?aku ngga mengharapkan jawaban sekarang.
Tapi kalo kamu juga ngerasa hal yang sama, mungkin ini bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih indah dari semua perjalanan naik turun yang sudah kita lewatin bareng.
Apa pun jawabanmu nanti, terima kasih ya, Ra…
terima kasih sudah hadir sebagai seseorang yang spesial buat aku sampai detik ini.